Monograf Demonstrasi Indonesia: Aktor Politik, Kampanye Media, Kepentingan Asing, dan Dampak Geopolitik Jangka Panjang
-
- Einzelkauf Download ausgewählt
Fr. 4.00
inkl. gesetzl. MwSt.Beschreibung
Produktdetails
Format
ePUB
Kopierschutz
Ja
Family Sharing
Ja
Text-to-Speech
Ja
Erscheinungsdatum
24.09.2025
Verlag
KBA13 InsightSeitenzahl
(Printausgabe)
Dateigröße
1148 KB
EAN
9798231024056
Buku Monograf Demonstrasi Indonesia karya Prof. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad merupakan sebuah kajian strategis dan mendalam mengenai dinamika demonstrasi sebagai fenomena sosial, politik, dan geopolitik di Indonesia. Melalui pendekatan analitis yang berpadu antara ilmu sosial, kajian keamanan, dan refleksi intelektual, buku ini mencoba membongkar bagaimana demonstrasi bukan sekadar ekspresi kebebasan politik, tetapi juga medan interaksi antara aktor domestik, media, dan kekuatan global.
Di tengah perubahan lanskap politik dunia yang semakin kompleks, demonstrasi di Indonesia sering kali menjadi cerminan dari benturan ideologi, kepentingan ekonomi, serta strategi komunikasi publik yang dikendalikan oleh berbagai kekuatan. Prof. Kamaruzzaman menunjukkan bahwa di balik setiap aksi massa yang tampak spontan, terdapat jaringan wacana, logistik, dan kepentingan yang melampaui batas nasional. Dengan membaca fenomena ini secara geopolitik, penulis mengajak pembaca untuk melihat demonstrasi bukan sebagai peristiwa jalanan semata, melainkan sebagai fenomena strategis yang dapat mengubah arah kebijakan negara.
Buku ini disusun dengan struktur monograf yang sistematis, menggabungkan penelitian lapangan, analisis media, serta pemikiran teoretis yang kuat. Pada bagian awal, penulis menelusuri akar historis dan kultural dari tradisi demonstrasi di Indonesia-mulai dari masa kolonial, pergerakan kemerdekaan, hingga era reformasi dan pasca-reformasi. Selanjutnya, ia menyoroti peran media massa, baik lokal maupun internasional, dalam membingkai narasi demonstrasi dan menciptakan persepsi publik tentang siapa yang "benar" dan siapa yang "salah" dalam konflik sosial-politik tersebut.
Dalam bagian lain, buku ini mengungkap dimensi intelijen dan keamanan dari fenomena demonstrasi. Prof. Kamaruzzaman menganalisis bagaimana lembaga negara, kelompok kepentingan, dan bahkan aktor transnasional memainkan peran tersembunyi di balik mobilisasi massa. Perspektif ini menempatkan demonstrasi sebagai bagian dari "perang informasi" dan "perang persepsi" di era digital, di mana data, citra, dan opini publik menjadi senjata baru dalam memengaruhi arah politik dan kebijakan nasional.
Tidak berhenti pada analisis politis, buku ini juga menyentuh aspek moral dan etis dari partisipasi warga negara dalam demonstrasi. Dalam konteks demokrasi, demonstrasi dianggap sebagai hak yang sah dan simbol partisipasi rakyat. Namun, dalam konteks keamanan nasional, demonstrasi juga dapat menjadi ancaman ketika digunakan untuk kepentingan destruktif atau untuk mengguncang stabilitas negara. Di sinilah letak ketegangan yang menjadi inti refleksi buku ini: bagaimana menyeimbangkan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab kebangsaan.
Gaya penulisan Prof. Kamaruzzaman dalam buku ini khas: akademis namun komunikatif, tajam tetapi tetap reflektif. Ia tidak sekadar mengutip teori, melainkan menghubungkannya dengan pengalaman sosial-politik Indonesia yang konkret. Analisisnya bersandar pada pemikiran-pemikiran besar dalam geopolitik, seperti konsep power projection, strategic communication, dan hybrid warfare, yang diadaptasi ke dalam konteks Indonesia. Melalui pendekatan ini, ia berhasil menempatkan studi tentang demonstrasi dalam kerangka besar pertarungan makna antara ideologi, kekuasaan, dan masyarakat sipil.
Buku Monograf Demonstrasi Indonesia tidak hanya relevan bagi kalangan akademisi, peneliti, dan mahasiswa di bidang ilmu politik, hukum, dan hubungan internasional, tetapi juga penting dibaca oleh jurnalis, aktivis, dan pengambil kebijakan. Di tengah meningkatnya ketegangan sosial dan polarisasi politik di era digital, karya ini menawarkan pandangan jernih dan mendalam tentang bagaimana gagasan, wacana, dan opini publik dapat menjadi senjata strategis yang menentukan arah masa depan bangsa.
Noch keine Bewertungen vorhanden
Verfassen Sie die erste Bewertung zu diesem Artikel
Helfen Sie anderen Kundinnen und Kunden durch Ihre Meinung.